Berbagai teknik menghadapi tanjakan telah ada dan
dipelajari semua goweser bahkan pembalap kelas international, teknik
yang paling sederhana dengan menanjaki lereng tebing secara brutal
adalah salah satu aspek yang paling menarik . Hal ini terjadi antara
anda dan sepeda melawan tanjakan bukit. tekan pedal anda , hembuskan
nafas dengan keras dan buat pendakian anda, tentunya ada faktor yang
tidak bisa diabaikan , lebih panjang mana antara tanjakan dengan nafas
anda? .
Disisi lain , Tubuh anda seakan tertarik kebelakang secara ekstrim ,
puluhan proses physiologi mendorong lebih jauh untuk melawan tarikan
dari bawah dan membawa sepeda dan tubuh anda kepuncak tanjakan
.Disanalah akan ditentukan apakah anda menyenangi tanjakan perbukitan
atau membencinya setelah itu, untuk memahami apakah tubuh dan sepeda
anda bisa bertahan hingga puncak bukit ? dan apakah anda akan menjadi
seorang penakluk tanjakan yang lebih baik ?
Dibawah ini adalah berbagai faktor penentu dari para penikmat jalan
nanjak , yang perlu disimak dan menjadi bahan pertimbangan anda:
Body language
Saat menghadapi tanjakan didepan mata , seluruh mata rantai
physiologi merespon dan mengikuti segala pekerjaan yang dilakukan tubuh
anda mungkin bekerja lebih keras untuk melawan kekuatan grafiasi . otot
anda mungkin harus membakar lebih banyak energi dengan memanfaatkan
oksigen yang ada dalam darah ,denyut jantung dan desah nafas akan
meningkat untuk memompa lebih banyak oksigen yang diperlukan , dan suhu
tubuh akan meningkat tentunya keringat yang bercucuran , dengan kondisi
demikian saat suhu tubuh meningkat dan aliran darah terpompa mendekati
permukaan kulit akan memancarkan panas disekitarnya.
Gowes dengan kekuatan penuh dan bekerja dengan kekuatan otot anda
akan memproduksi lebih banyak asam laktat dari pada yang dapat diproses
tubuh anda dalam kondisi normal.Tubuh anda saat itu tidak bisa bertahan
dengan beban kerja yang ada , dan anda akan menemui kondisi melewati
tahapan ambang batas anaerobic .Jadi yang dibutuhkan adalah kecepatan
dimana anda bisa melewati tanjakan hingga puncak sebelum batas itu
terlampaui, bisakah anda atur sendiri ?dan tentunya ada sebuah faktor
yang tidak bisa diabaikan yaitu
power-to-weight ratio tubuh anda sendiri.
Saat paling merepotkan saat menjelang
garis finish kita harus duel dengan pembalap yang lain ditanjakan ,
asyik dan menegangkan terkadang disinilah sering terjadi kram
Daya berat dalam hal ini
“
Power-to-weight ratio adalah faktor utama dan mungkin yang
paling penting untuk menjadi penikmat tanjakan yang baik “, kata Dr
Garry Palmer dari Sportstest. Lebih berat ataukan lebih ringan ?
pengendara harus melakukan pekerjaan lebih keras dan akan melewati batas
fisik lebih cepat.Jadi , anda memerlukan lebih banyak tenaga akan
tetapi berat badan yang lebih ringan , dan itulah paduan yang sempurna
untuk seorang pengendara sepeda(wicak) .
“Dan dalam komposisi tubuh yang paling ideal adalah ramping sebagai
tujuannya ” kata Dr Palmer , “anda tidak harus menurunkan masa otot
kecuali bagian tubuh anda kekar pada bagian atas “, dan melakukan target
penurunan berat badan , dan anda tidak harus menurunkan berat badan
satu pound dalam seminggu .Sejauh anda mencapai penurunan berat badan
dan memiliki kombinasi yang baik dengan kesehatan , makanan rendah lemak
dan jenis latihan yang sesuai , adalah jalan terbaik untuk meningkatkan
kemampuan anda sebelum melewati ambang batas fisik.
Kenali batas kekuatan anda
Ambang batas Anaerobik anda adalah sebuah titik dimana saat anda
menghirup carbon dioksida (VCO2) dengan jumlah volume lebih besar bila
dibandingkan dengan volume oksoigen yang dihisap (VO2).jumlah maksimum
oksigen dalam tubuh yang dapat dikonsumsi selama latihan adalah VO2
maksimal anda. Keduanya terjadi pada intensitas yang sama , akan tetapi
merupakan hal yang berbeda . Sebuah anbang batas yang tinggi dan VO2
maksimal adalah merupakan 2 dari 3 faktor yang ditentukan Palmer dalam
melewati tanjakan :”saat anda mempraktekkan kemampuan melewati tanjakan
yang berkesinambungan , tingkat kemampuan yang bisa dipertahankan selama
pendakian , dan secara teori setidaknya , hingga anda kehabisan
cadangan energi yang ada” , tambah dia.
“Ambang batas masing-masing individu sangat bervariasi dan
besar-besaran” kata Dr Palmer , “akan tetapi sebuah pengujian dapat
mengungkap ambang batas metabolisme tubuh anda sesungguhnya “.Sebuah
pengujian di laboratorium menggunakan analisis komposisi gas terus
menerus untuk memantau keseimbangan carbon dioksida (CO2) dan Oksigen
(O2) dalam hembusan nafas.Setelah dianalisa , hasil dari tes
dilaboratorium akan memberitahukan anda bagaimana latihan yang lebih
baik , dengan membantu anda menentukan zona intensitas latihan. Dengan
cara ini anda dapat menargetkan durasi dan intensitas dalam latihan
berkendara untuk mencapai tujuan yang diinginkan , dan hal ini akan
memberikan nilai imbal balik dari informasi yang telah didapat” ,jelas
Dia.
terkadang bentuk tanjakan seperti
diatas sering menjadi momok para biker newbie, belum lunas yang satu
masih ada tanjakan yang menunggu
jangan pernah menarik pedal
Memutar pedal diatas sadel menggunakan otot yang sama apakah anda
meluncur menuju inti bumi atau lebih mendekat ke Stratosfer.Saat
menghadapi tanjakan , terkadang sangat menggoda menarik atau memutar
kembali pedal kearah berlawanan , akan tetapi hal ini merupakan sebuah
kesalahan menurut seorang cycling coach Dr Auriel Forrester dari
Scientic Coaching: memutar balik pedal sama saja mengurangi power out
put yang dihasilkan , karena akan mengganggu semua downstroke pada sisi
lain -khususnya , tenaga yang dikeluarkan untuk menarik pedal kurang
lebih sama dalam kecepatan dan kekuatan saat anda menginjak pedal
kebawah untuk melawan gravitasi.
Saat anda menekan pedal kebawah yang terjadi adalah -langkah daya
yang dihasilkan – anda melibatkan seluruh otot , paha dan betis anda .
Saat menarik keatas pedal -atau langkah balik -memindah tegangan menuju
otot paha bagian belakang , pergelangan kaki dan pinggul .Saat otot paha
depan lebih kuat dari paha belakang , cobalah tetap konsentrasi dengan
tidak melakukan apapun untuk mengurangi daya tekan kebawah.
Putar dan menangkan
Gear besar tidak selalu untuk mendaki . Ini adalah salah satu yang
digerutukan dan perdebatkanberbagai kelompok sepedaa lokal saat
menghadapi tanjakan panjang , karena mereka selalau memakai gigi
belakang yang paling besar saat beradu sprint mencapai puncak tanjakan,
akan tetapi sebuah putaran jauh lebih efektif. Dr Forrester menjelaskan
:”Hal ini sangat tergantung karakter pengendara dan jalur yang dilewati ,
akan tetapi irama pedaling/cadence yang optimal sekitar 72-82 rpm-lebih
rendah pada tanjakan curam atau lebih panjangdan lebih rendah pada
tanjakan yanglebih pendek .Anda harus memilih komposisi gear yang tepat
untuk mempertahankan irama ini “
Memindahkan gigi ke rasio lebih kecil sesegera mungkin akan lebih
aman pada saat menghadapi tanjakan yang curam dan mengurangi resiko
lepas rantai.Yang tentunya akan menjamin anda menggunakan sproket lebih
kencang , dan akan menjaga stabilitas pedal anda untuk menyesuaikan
gradien serta mempertahankan irama agar tetap baik.
Sebuah percobaan dengan gigi rasio lebih rendah dan irama yang lebih
tinggi untuk sebuah pendakian yang familiar akan merasa bosan , dan
kemudian teknik ini dipraktekkan pada berbagai tempat lain. Menggunakan
monitor denyut jantung yang dilengkapi sensor irama/cadence -atau
dengan hitungan manual putaran pedal kaki anda, satu kaki setiap
menitnya -akan membantu anda dalam ketepatan perhitungan.Sebuah power
meter adalah alat yang paling sesuai untuk pekerjaan ini , semenjak hal
ini bisa menunjukkan irama/cadence dan output bersama untuk setiap
titik perjalanan anda , dan anda akan dengan segera menemukan kecepatan
saat pergerakan pedal dengan kinerja terbaik anda pada beberapa
pendakian tertentu.
Atur langkah anda sendiri
“Sebagian besar pengendara tanjakan bekerja terlalu keras saat berada
masih di awal tanjakan dikarenakan mereka masih merasa fresh dan denyut
jantung masih stabil ,” kata Dr Forrester.”Kemudian mereka akan dengan
cepat mencapai zona merah metabolisme tubuh , dan mulai memproduksi asam
laktat lebih cepat dari kemampuan otot dalam membersihkannya, dan
mereka akan mulai capek kemudian kehabisan tenaga sebelum mencapai
puncak tanjakan.Lebih jauh lagi , melewati tanjakan saat kita mencapai
fase merah akan membutuhkan energi 10 kali lebih banyak dari pada saat
kita menanjak pada fasa Aerobik , yang akan sangat jelas saayt melewati
rute yang lebih jauh .”
Disiplinkan diri saat anda masih merasa kuat . perhemat tenaga untuk
melewati jalur berikutnya dan terbangalah atau geber habis pada saat
melewati tanjakan terakhir hari itu .Sebuah monitor denyut jantung yang
dilengkapi Alarm adalah pengawas yang baik.
“Sebuah penanjakan sekitar 20-45 menit harus didaki sekitar ambang
pengendara ,” kata Dr Forrester ,”level yang dicapai dari sebuah usaha
yang mana bisa dikatakan sebuah kesulitan
jadi diperlukan sebuah stabilitas inti(core) yang baik dan harus
ditingkatkan ketika tidak berada diatas sadel , kekuatan otot punggung
belakang dan otot perut(abdomen) sangatlah penting .Anda harus
meningkatkan kekuatan anda , jadi inti otot bagaikan mie basah yang tak
terpatahkan.
“Gunakan inti otot anda untuk membangun platform yang kuat untuk kaki
saat bekerja ,” kata Dr Forrester.hal itu bukan berarti bahwa anda
harus melakukan sit-up hingga 100 kali setiap harinya. hal yang penting
adalah anda dapat mengendara sepeda selama dan sekeras anda mau tanpa
merasa kelelahan otot punggung.
berikan kekuatan ekstra untuk hal ini sebelum menghadapi tantangan
yang lebih berat , tentunya tantangan yang lebih berat dari pada saat
saat berkendara sepeda, seperti olahraga , atau latihan yang lebih
serius untuk pertama kalinya. Lakukan latihan stabilitas inti otot
dengan menggunakan bola untuk meregangkan dan bekerja pada punggung
bawah dengan melakukan full range .Tambahkan sit-up untuk memberikan
keuatan pada pusat pilar anda dengan kekuatan latihan yang baik.
Latihan otak
Berbagai cara dan ide bagaimana membuat kita lebih cepat, seperti
tujuan tercapai secara visual dan menyelesaikan tugas dengan .Akan
tetapi semuanya bermuara pada sebuah tujuan – mengatasi penderitaan.
“Kemampuan untuk menahan penderitaan adalah mental”, kata Dr Palmer
.”tanpa output data , anda hanya bisa mengandalkan signal dari tubuh
anda .Akan tetapi dengan denyut jantung dan power output yang dihasilkan
, anda dapat membandingkan dengan usaha yang telah anda lakukan pada
tanjakan sebelumnya dan anda akan tahu dengan pasti, bahkan saat
merasakan penderitaan sekalipun , anda dapat mempertahankan kecepatan
anda “.
paling tidak lengkapi diri dengan monitor denyut jantung sehingga
anda dapat memiliki data pembanding .Anda akan dapat mengatur tempo
denyut jantung anda dan bisa mengatasi sebuah tanjakan dengan baik ,
bahkan saat tubuh anda berkata harus berhenti dan harus duduk untuk
istirahat.perlengkapi dengan data-drive condence, atau anda dapat
memanfaatkan teknik one-hairpin-at-a-time , selamat mencoba!
Tetaplah diatas sadel
Apapun kondisi saat itu , saat mengayuh pedal , jangan pernah turun
dari sadle untuk kemudian jalan kaki karena itu benar-benar membuang
energi anda , dan hal ini sangat mengganggu efisiensi kerja anda.Anda
hanya perlu melawan pengaruh yang dihasilkan oleh Q-factor sepeda anda
-jarak antara dua pedal .Tetap lancarkan dan fokus untuk memusatkan
energi yang ada pada ban belakang anda.
melawan semua efek dengan tetap diatas sadel , dan sebisa mungkin
menghilangkan efek pedaling hingga mencapai puncak tanjakan , akan
terasa sensi yang menakjubkan bagaikan seorang penakluk.
Batas kekuatan anda
Saat anda menghembuskan hampir semua VO2 dan hampir mencapai ambang
batas Anaerobik anda hingga mencapai sebuah titik yang merupakan batas
sesungguhnya dari kemampuan fisik atau stamina anda – dengan denyut
jantung maksimum atau toleransi anaerobik . apabila anda telah bekerja
keras bagaikan menekan pedal gas, anda cenderung mencapai denyut jantung
maksimun dan bagaikan tidak ada lagi yang tersisa.Jika pada saat itu
anda melakukan sprint dengan kecepatan tetap , kemungkinan otot anda
terendam asam laktat dan kemungkinan toleransi anda akan habis sebelum
denyut jantung anda mendekati maksimum.
hampir semua proses berjalan secara otomatis , akan tetapi beberapa
diantaranya dapat kita atur untuk memepringan kerja kita . seperti saat
kita mengatur temperatur dengan cara melepas rompi agar lebih sejuk.
Sehingga hal ini dapat menambah supply oksigen yang dibawa oleh darah ,
jadi tidak dialihkan pada kulit anda . bahkan yang lebih kritikal lagi ,
anda dapat mengatur nafas anda , perlu dicatat yang satu ini karena
sangat vital ambilah nafas dalam -dalam atau penuh dan jangan hanya
nafas pendek karena anda akan lebih cepat terengah-engah . Anda bisa
juga mengontrol gerakan pedal anda untuk mendapatkan usaha terbaik
seperti yang anda inginkan.
“Bersepeda dikalangan penanjak dengan irama/cadence cepat adalah
faktor terpenting nomor 3 untuk menjadi penikmat tanjakan yang lebih
baik ,” kata Dr Garry Palmer .”Anda mungkin bagaikan mengkombinasikan
kekuatan lokomotif dan beratnya lap tissue , akan tetapi semua in tidak
ada artinya apabila anda mengijak pedal bagaikan anak-anak berlompatan
diatas genangan air”
Sebuah sepeda memiliki kwalitas yang
lebih dari yang lain , dikarenakan pada saat pengerjaaanya dibarengi
proses R&D yang panjang dengan proses sangat teliti dan akurat,
tentunya menghabiskan anggaran yang tidak sedikit
hal ini juga berhubungan dengan sepeda
Sepeda apa yang digunakan saat mendaki ? dan apakah yang membuat
sebuah sepeda lebih baik dari yang lain saat digunakan untuk melewati
tanjakan ? adakah yang lebih baik dari Trek ? jenis sepeda pabrikan ini
telah memenangkan 11 penghargaan dalam Grand Tour- yang tentunya
dikendaraai oleh penanjak kelas dunia seperti Contandor dan Amstrong
-dan merupakan sebuah pabrik yang menyediakan anggaran R&D yang
sangat besar(wicak).
Apabila anda berfikir sebuah penderitaan saat menaiki tanjakan curam ,
cobalah befikir sesuatu tentang sepda anda .”percobaan yang kami
lakukan menunjukkan bahwa beban berat pada gigi rendah dan RPM rendah
akan menempatkan beban berat pada frame .Hal ini merupakan yang paling
berat pada sebuah sepeda untuk bertahan,”kata Chris Pomering, seorang
composite road chief engineer pada Trek.
Kekakuan bahan sangat diperlukan
Doug Cusack, seorang senior R&D engineer di Trek, mengatakan
bahwa tingkat kekakuan yang tepat adalah kunci .”memproduksi sebuah
frame sepeda yang memiliki kriteria kekakuan yang benar akan
memungkinkan sangat menolong sang pengendara , saat mengembangkan
kemampuan untuk memperhalus rytme dalam setiap penanjakan.
Pemikiran konvensional mengatkan bahwa lebih ringan dan kaku adalah
bagus , akan tetapi hal ini tidak seperti itu yang dikatakan Pomering
:”umpan balaik dari pengendara mendorong kita untuk mempersiapkan bottom
bracket dengan tingkat kekakuan spesifik dari pada memaksimalkan hal
ini .”
Tegangan pada sepeda
“Segitiga padabagian belakang akan memiliki efek yang lebih besar
selama pendakian diatas sadel, yang akhirnya seluruh bagian frame
memberikan konstribusinya,” kata Pomering .”selama penanjakan berdiri ,
down-tube akan mengalami lateral bending pada bagian depan dekat
head-tube dan begian belakang dekat BB, dan juga tingkat lebih rendah
.Torsi (putaran) melalui panjang pipa.
implikasi: kemampuan orang dalam melewati tanjakan
memiliki banyak faktor penentu , dari kwalitas pernafasan , otot kaki ,
teknik pengaturan rytme dan kwalitas sepeda . yang kesemuanya memiliki
hubungan secara synegistik tak terpisahkan . sebuah latihan yang benar
dan berbagi teknik dengan yanglebih berpengalaman akan menjadi lebih
terarah dan lebih baik , selamat mencoba….